Untuk hati
yang sewaktu-waktu tak menetu.
Mekanismenya sederhana, cukup jadikan rasa sabar selalu hadir mengisi ruang dalam diri kita. Menjadi sebuah benteng yang kokoh yang harus siap setiap saat.
Bersabar, sama halnya ketika
menanan sebuah benih, yang lama-kelamaan akan tumbuh dan hasilnya kita petik
dan kita nikmati sendiri.
Untuk hati yang sewaktu-waktu tak menentu.
Mintalah pada-Nya untuk diberikan kekuatan. Kekuatan untuk bersabar. Yakinlah, jika ingin mengetahui dari mana seseorang dinilai seberapa kuat ia, tentulah dari kesabarannya. Seberapa kuat hatinya menerima segala perbuatan. Seberapa kuat hati untuk tetap tabah meski ada banyak hal yang mengusiknya.
Untuk hati yang sewaktu-waktu tak
menentu.
Curakanlah segala keluh kesahmu hanya pada-Nya. Mana mungkin Dia tega dengan hamba yang selalu menangis untuk-Nya? Dengan hamba yang begitu dekat dengan-Nya? Sebab buah dari kesabaran adalah kita yang semakin dekat dengan-Nya. Karena sesungguhnya tak ada yang mengerti diri kita selain Dia.






