Rabu, 04 September 2019

Meyakinkanmu bahwa aku tidak lemah


            Duhai kepada-Mu sang juru kunci hati ini
            Akhirnya, aku memilih untuk menelantarkan hati inipada sebuah titik. Di mana pada titik itu, ia hanya punya dua pilihan: antara memlilih mencari atau sekedar untuk menanti.
            Aku bukannya pasrah atau menyerah pada keadaan, namu hati harus memberi keputusan, sebelum aku melangkah terlalu jau.
            Duhai pada-Mu yang Maha Membolak-balikkan hati. Sungguh berat mengambil langkah, karena hati ini masih sama seperti dulu, terlalu polos dan tak pernah belajar dari masa lalu. Dan aku masih saja selalu jatuh pada kesalahan yang sama. Aku belum paham mengenai mekanisme hati dalam bekerja. Aku tidak tauh bagaimana caranya.
            Sebabyang kutahu bahwa hijrah adalah prihal menyatukan dua pasanga kekasih, yaitu hati dan niat. Yang kelak mereka akan merenda pada sebuah kasih.
            Hanya saja mereka harus kuat, layaknya karang yang tegar berdiri meski dalam deburan ombak dan terpaan badai.
            Hati butuh tulus dan niat harus patuh pada serius agar keduanya mampu beriringan dan saling melengkapi.
            Kini hamba menyadarinya. Aku sudah meluangkan semua waktuku untuk berdebat dengan dunia, sementara untuk-Mu hanya kuberi waktu sisa.
            Aku telah menjadi seorang pengecut, yang tak berani menengok ke belakang sebeb aku masih takut dan aku masih saja benci menjadi aku, yang hanya bisa menjadi penonton dari kesalahan-kesalahanku yang lalu.
            Dan harapan jika aku akan sampai pada sebuah episode dimana saat itu aku telah menjadi orang lain. Orang lain yang menjadikan-Mu sebuah tujuan utama dalam metamorfasa semesta.
            Sebab hari esok yang kumau adalah ketika ruh ini telah beradapada genggaman-Mu, sementara aku berada dalam keadaan jatuh cinta pada-Mu sepenuhnya dan aku sudah tahu bahwa lebih baik mengibadakan waktuku untuk-Mu, daripada harus menyelingkuhkannya dengan dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar