Adakalanya
kita tidak harus melamunkan sosok kekasih idaman yang belum tentu ia juga
memikirkan kita.
Adakalanya
kita tidak harus terlalu giat memperjuangkan seseorang yang hatinya belum tentu
milik kita.
Adakalanya kita
tidak perlua menangis karena sosok yang dibangga-banggakan hati itu ternyata
lebih memilih orang lain daripada kita.
Tetapi justru
adakalanya kita harus merenungkan segala nikmat yang tak terhingga yang
diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Alhamdulillh.
Betapa sering
kita jatuh dalam perjalanan meraih sesuatu. Betapa sering kita patah hati
karena seseorang. Betapa sering kita terluka dan menangisi keadaan yang tak
sesuai dengan apa yang kita harapkan. Betapa banyak...
Namun
pernakah terbesit di pikiran kita kalau itu semua adalah cara Allah untuk
menyapa kita?
Alhamdulillah,
perlua disyukuri jika sampai saat ini Allah masih mengizinkan kita untuk hidup
di dunia. Itu artinya Allah memberikan kita kesmpatan untuk selalu memperbaiki
semuanya. Pandai-pandailah bersyukur karena nikmat yang telah Allah berikan tak
tertandingi dengan apa pun dan tak ada yang sebanding dengan nikmat itu. Namun
pernakah terbesit di pikiran kita kalau itu semua adalah cara Allah menyapa
kita?
Mengingat
Allah saja itu kita sudah harus bersyukur, apalagi hanya sekedar berkata ‘alhamdulillah’
dalam hati, atau sekedar melafazkannya dengan lisan kita. Ketahuilah, sungguh,
bersyukur adalah cara menyapa bali Allah Subhanahu wa Ta’ala...!
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi
Menjadi pena dan laut (menjadi
tinta),
Ditambahkan kepadanya tujuh laut
(lagi) sesudah (kering)nya, niscaya
Tidak akan habis-habisnya
(dituliskan)
Kalimat ALLAH. Sesungguhnya ALLAH
Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. Luqman: 27)
“Wahai anak Adam, bahwa selama
Engkau mengingat Aku, berarti engkau
Mensyukuri Aku, dan apabila engkau
Melupakan Aku, berarti engkau telah
Melupakan Aku!”
(HR. Thabrani)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar