Hijrah bukan karena
tendensi dunia atau kepentingan dunia tetapi ikhlas karena Allah. Seseorang
akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya dan sesuai dengan niat
hijrahnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ
ﺍْﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺎﺕِ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ . ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ
ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ،
ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﻟِﺪُﻧْﻴَﺎ ﻳُﺼِﻴْﺒُﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻳَﻨْﻜِﺤُﻬَﺎ
ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺎﺟَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ
“Sesungguhnya setiap perbuatan
tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia
niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya
kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin
ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada
apa yang ia inginkan itu.”
Bahkan kita tetap
harus meluruskan niat ketika telah hijrah agar tetap istiqamah, karena yang
namanya hati sering berubah-ubah dan mudah berubah niatnya. Niat dan ikhlas
adalah perkara yang berat untuk dijaga agar istiqamah dan sangat membutuhkan
pertolongan Allah.
Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah
berkata,
ما
عالجت شيئا أشد علي من نيتي ؛ لأنها تتقلب علي
“Tidaklah aku berusaha untuk
mengobati sesuatu yang lebih berat daripada meluruskan niatku, karena niat itu
senantiasa berbolak-balik”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar